السنتري

بشاهد حاله هو من يعتصم بحبل الله المتين ويتبع سنة الرسول الامين صلى الله عليه وسلم ولا يميل يمنة ولا يسرة في كل وقت وحين هذا معناه بالسيرة والحقيقة لا يبدل ولا يغير قديما وحديثا. والله اعلم بنفس الامر وحقيقة الحال.قاله المغفور له حضرة الشيخ حسني بن نووي SANTRI. Berdasarkan peninjauan tindak langkahnya, adalah orang yang berpegang teguh pada Alqur’an dan mengikuti sunnah Rasul SAW dan teguh pendirian. Ini adalah arti dengan bersandar sejarah dan kenyataan yang tidak dapat diganti dan dirubah selama-lamanya. Allah yang maha mengetahui atas kebenaran sesuatu dan kenyataannya. oleh: almaghfur lah kiai Hasani Nawawi

Selasa, 03 Mei 2011

Pengenalan Dasar Ilmu Shorof

Fi'il, Isim, Huruf

Perlu kita ketahui bersama bahwa sebuah kalimat dalam bahasa arab itu tersusun dari tiga hal:1.Fi'il (kata kerja)2.Isim (kata benda)3.Huruf yang memiliki maknasekarang, mari kita bahas secara singkat istilah-istilah yang telah saya sebutkan di atas;Pertama: Al Fi'lu atau fi'il secara bahasa memiliki makna perbuatan atau kata kerja. Sedangkan menurut istilah dalam ilmu nahwu, fi'il adalah kata yang menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya serta terkait dengan waktu. Fi'il itu ada tiga:
1.Fi'il Madhi
2.Fi'il Mudhori'
3.Fi'il Amar
Penjelasan:
1.
Fi'il Madhi adalah kata kerja untuk masa lampau atau dalam istilah bahasa inggrisnya adalah past tense yang memiliki arti telah melakukan sesuatu. Contohnya:
قام(telah berdiri) atau
جلس(telah duduk).

2.
Fi'il Mudhari' adalah kata kerja yang memiliki arti sedang melakukan sesuatu atau dalam istilah bahasa inggrisnya present continues tense. Contohnya:
(sedang berdiri) atau يقوم
يجلس(sedang duduk).

3.Fi'il Amar adalah kata kerja untuk perintah. Contohnya
قم(bangunlah!) atau
(duduklah!) اجلس

Kedua: Isim
Isim secara bahasa memiliki arti yang dinamakan atau nama atau kata benda. Sedangkan menurut ulama nahwu, isim adalah kata yang menunjukkan suatu makna yang ada pada zatnya akan tetapi tidak berkaitan dengan waktu. Isim itu terbagi-bagi menjadi beberapa jenis yang bisa dikelompokkan sesuai dengan kelompoknya. Karena isim banyak sekali, maka kita tidak membahasnya disini. Akan tetapi, untuk memberi pengertian dasar tentang isim, maka berikut contohnya:
زيدartinya Zaid (Isim 'Alam = nama orang),
جاكرتاartinya Jakarta (Isim alam = nama tempat),
هذاartinya ini (Isim isyaroh = kata tunjuk),
أناartinya saya (Isim dlomir = kata ganti) dan contoh-contoh yang lain.

Ketiga:Huruf yang memiliki arti;
Huruf secara bahasa memilki arti huruf seperti yang kita kenal dalam bahasa indonesia ada 26 huruf. Sedangkan dalam bahasa arab kita mengenal ada 28 huruf yang kita kenal dengan huruf hijaiyah. Akan tetapi, huruf yang dimaksud disini bukan setiap huruf hijaiyah melainkan huruf hijaiyah yang memiliki arti seperti
وَ(dan)
فَ(maka)
بِ(dengan)
لِ(untuk)
سَ(akan)
ك(seperti). Adapun huruf-huruf seperti Alif, Ta, Tsa, dan yang lain yang tidak memiliki arti maka tidak dapat menyusun suatu kalimat, melainkan hanya menyusun suatu kata saja. Maka dapat kita simpulkan bahwa fi'il adalah kata kerja, isim adalah kata benda dan setiap kata selain kata kerja, dan huruf disini adalah setiap huruf hijaiyah yang memiliki arti.

bedanya Nahwu dan Sharaf
 kita sering denger istilah Nahwu dan Sharaf.. tapi kita tahu gak ya, bedanya nahwu sama sharaf itu apa? soalnya biasanya, ketika disebut nahwu maka sharaf ikut disebut dan sebaliknya.. lalu, apa dong bedanya?
Nahwu; secara bahasa memiliki arti seperti atau misalnya (Kamus Al Munawwir)secara istilah, sebagaimana yg dikatakan pengarang kitab Al Fawakih Al janiyyah, sebuah kitab penjelasan dari kitab Mutammimah (yang merupakan penjelasan dari kitab jurmiyyah):Nahwu adalah ilmu tentang pokok, yang bisa diketahui dengannya tentang harkat (baris) akhir dari suatu kalimat baik secara i'rab atau mabniy... (baris atau harkat yg dimaksud disini adalah baris atau harkat terakhir dari suatu kata, contoh Alhamdu, maka yg dibahas dalam ilmu nahwu adalah harkat terakhir yaitu dhammah dari kata du)biar pada ngerti maka kita make contoh dah... misalnya kita baca basmalah kan bismillahIrrahmanirrahimi.. pernah kepikir gak knp dibaca kayak gitu? kenapa bismillahi gak BismillahA atau bismillahu? Arrahmani gak Arrahmana atau Arrahmanu? nah, disinilah fungsi ilmu nahwu, yaitu membuat sebuah kata bisa dibaca dengan benar sehingga menghasilkan makna atau arti yang benar.. karena bahasa arab itu, beda baris, maka bisa beda makna bahkan ada yg gak bisa diartiin kalo barisnya salah... catet!
Sharaf; secara bahasa memiliki arti perubahan kata (kamus Al Munawwir) secara istilah sharaf adalah perubahan bentuk kata dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain... misalnya, dalam bahasa indonesia, kita bisa menggunakan kata teman, berteman, pertemanan, menemani, ditemani.. maka begitu juga dengan bahasa arab.. dan ilmu sharaf lah yang membahas masalah seperti itu...

isim berdasarkan jenis: Setelah kita dah dikenalin tentang isim, sekarang ayo kita bahas lagi sedikit tentang jenis-jenisnya.. kemaren kan dah dikasih tau tuh kalo isim itu banyak macemnya. Nah, kesempatan kali ini kita kan ngebahas isim dari segi jenisnya... yaitu
1.Isim Mudzakkar
2.Isim Muannats
Pertama: Isim mudzakkar, Mudzakkar secara bahasa memiliki arti laki-laki,. secara istilah, isim mudzakkar adalah kata benda yang merupakan masuk ke dalam jenis laki-laki (loh!). mungkin ada yang nanya, mang ada benda yang punya jenis kelamin? ok.. maksudnya disini. Sederhananya.. semua nama manusia yang laki-laki dan nama benda yang tidak mengandung huruf ta marbuthah (ة) maka itu termasuk isim mudzakkar...contoh isim mudzakkar: nama orang dan semua nama laki-laki..
nama benda: buku, pulpen, baju dan semua nama benda yang tidak mengandung huruf ta marbuthah..kedua : Isim Muannats, Muannats secara bahasa memiliki arti wanita. Jadi, isim muannats semua isim yang masuk ke dalam jenis wanita. Sederhananya, isim muannats itu, semua nama wanita dan isim-isim yang mengandung huruf ta marbuthah. Contohnya:
semua nama wanita, nama benda : sekolah, universitas, kipas angin dan semua nama benda yang mengandung ta marbuthah..catatan penting:ternyata ada isim muannats yang secara dzahir terlihat seperti mudzakkar, sebaliknya ada juga isim mudzakkar yang secara dzahir merupakan isim muannats.. contohnya nama hindun, Secara dzahir, hindun itu isim mudzakkar.. iya gak? Soalnya gada ta marbuthahnya. Tetapi secara hakiki, hindun itu isim muannats.. buktinya, nama ini digunakan sebagai nama wanita. kemudian contoh yang kedua usamah, secara dzahir, nama ini masuk ke jenis isim muannats, akan tetapi pada kenyataannya (hakiki) nama ini digunakan untuk nama laki-laki.... maka dikatakan usamah itu mudzakkar hakiki. Ngerti kan? mudah-mudahan...
Kesimpulan; setiap isim yang mengandung ta marbuthah maka isim itu muannats, setiap isim yang tidak mengandung ta marbuthah maka isim itu mudzakkar, setiap nama orang yang digunakan untuk laki-laki maka termasuk mudzakkar meskipun ssecara dhahir muannats, Setiap nama orang yang digunakan untuk wanita maka termasuk muannats meskipun secara dhahir mudzakkar.Tambahan:setiap nama negara seperti indonesia, malaysia, iran, dsb termasuk ke dalam isim muannats.

huruf jar
sederhananya aja.. huruf jar atau huruf khafadh itu adalah huruf yang jika suatu isim bertemu dengan huruf tersebut maka wajib dibaca kasrah.... gitu... yang huruf jar apa aja sih? Niy dia... hafalin yak!!
min (dari), ila (ke), 'an (dari), 'ala (diatas) fi (pada), rubba (sedikit atau jarang), bi (dengan), ka (seperti), li atau la (untuk atau bagi) huruf qasam (sumpah)
kali ini kita akan membahas tentang huruf qasam atau huruf sumpah. Yaitu huruf-huruf yang digunakan untuk bersumpah. Adapun huruf-huruf qasam itu ada tiga yaitu: waw, ba, dan ta. Contoh penggunaan huruf-huruf qasam itu adalah :
والله, بالله, تاللهsemua contoh tersebut memiliki arti : Demi Allah..nah, semua isim yang dijadikan sumpah, maka wajib dibaca jar atau kasrah. karena huruf sumpah termasuk kedalam huruf jar juga. apa itu huruf jar?
kita boleh menggunakan waw, ba dan ta untuk mengucapkan sumpah. kita perhatikan dengan seksama bahwa setiap isim yang dijadikan sumpah maka dibaca jar atau kasroh... inget kaidah ini! semoga Allah memudahkan..
catatan : waw dan ba yg dimaksud disini adalah yang digunakan untuk makna sumpah karena waw biasanya memiliki arti “dan”, bi biasanya memiliki makna “dengan”. Nah sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya bahwa ba (bi) termasuk dalam huruf jar juga (membuat isim setelahnya dibaca kasroh).

kata ganti (isim Dhamir)
dhamir adalah kata ganti. Kita mengenal dalam bahasa indonesia ada kata ganti orang pertama (aku, kami), kata ganti orang kedua (kamu, kalian) dan kata ganti orang ketiga (dia, mereka). Dalam bahasa arab, kata ganti akan lebih kompleks, karena akan ada istilah kata ganti untuk laki-laki, kata ganti untuk perempuan, kata ganti tunggal, jamak dan dua orang. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu...
kata ganti orang ketiga laki-laki (dia) هو
mereka berdua    هما
mereka هم
kata ganti orang ketiga perempuan (dia) هي
mereka berduaهما
merekaهن
kata ganti orang kedua laki-laki (kamu) أنت
kamu berduaأنتما
ْkalian أنتم
kata ganti orang kedua perempuan (kamu) أنتِ
kalian berduaأنتما
Kalianأنتن
kata ganti orang pertama (saya) أنا
(kami) نْحَن

jika kita perhatikan, maka ada perbedaan yang jelas antara bahasa kita, dengan bahasa arab. Karena dari data diatas jelaslah bahwa bahasa arab memiliki kata ganti dua orang baik untuk kata ganti orang kedua dan ketiga baik untuk laki-laki atau perempuan. Untuk humaa dan antumaa sama saja ketika untuk laki-laki atau perempuan yang membedakan hanyalah pemakaiannya saja.
Penting
:sebagai tambahan, nahnu selain untuk kata ganti orang pertama jamak bisa juga digunakan sebagai pengagungan atas diri. Contohnya pada ayat :
إنا نحن نزلنا الذكر و إنا له لحافظون
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al Hijr [15]:9) dalam ayat tersebut, dengan menggunakan kata kami, bukan berarti bahwa Allah itu banyak, tidak satu. Akan tetapi nahnu disini sebagai pengagungan Alah atas diri-Nya. Jadi sekali lagi makna ayat ini tidak sekali-kali menyatakan bahwa Allah itu banyak.wallahu a'lam.
setidaknya, kita mesti hafal niy semua kata dhamir... hafalin yak! jaahid! (berjuanglah!)

Mengenal Ilmu Sharaf : Bagian 1
Berbicara ilmu sharaf, ane gak tau padanan kata atau istilah yang paling sesuai dalam bahasa kita, bahasa Indonesia. Yang jelas, sharaf adalah ilmu tentang perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Jika dalam bahasa inggris kita akan menemukan contoh berikut: drink – drank –drunk, go – went – gone, atau mungkin dalam bahasa kita, kita menemukan contoh perubahan kata makan menjadi:memakan- makanan – dimakan dan sebagainya.
Istilah yang perlu diketahu:
a. Wazan; suatu rumus baku, dimana setiap kata kerja nantinya akan masuk ke salah satu dari 35 rumus baku perubahan kata. Dari 35 wazan atau bab, 6 diantaranya untuk kata kerja yang tersusun dari 3 huruf saja. Selebihnya (29 bab yang lain), untuk kata kerja yang lebih dari 3 huruf.
b. Tashrif: perubahan kata dari kata kerja menjadi bentuk-bentuk yang lain.
Secara umum, suatu kata berubah menjadi jenis perubahan kata sebagai berikut:
1.Fi'il Madhi (kata kerja lampau, past tense)
2.Fi'il Mudhari (Kata kerja sekarang, present continous tense)
3.mashdar (kata benda)
4.Fa'il (subyek)
5.Maf'ul (obyek)
6.Fi'il Amar (kata kerja perintah)
7.Fi'il Nahiy (kata kerja larangan)
8.Isim Zaman (nama waktu), Isim Makan (nama tempat), Isim Alat (nama alat).

Untuk yang ke delapan ini bentuk tahsrif yang jarang ditemui, karena penggunaannya benar2 sima'iy, artinya dipakai tergantung dari penggunaannya di kalangan orang arab.Ilmu sharaf membutuhkan lebih banyak hafalan dan sedikit pemahaman. Asyiknya belajar sharaf adalah, bentuknya yang telah baku. Kalau kata ustadz ane, satu bab saja yang kamu hafal dan kamu fahami, maka kamu akan mudah menghafal dan memahai 34 bab sisanya. Ternyata memang benar dan ane telah merasakan itu. Perlu diperhatikan bahwa tahsrif dalam ilmu sharaf bersifat qiyasy (baku) adapun penggunaannya bersifat sima'iy (tergantung dari digunakan atau tidak di kalangan orang arab).Manakah yang lebih penting antara ilmu nahwu dan sharaf?
Jawabannya sama-sama penting. Ilmu sharaf menyiapkan kata-kata yang baik untuk digunakan, ilmu nahwu menyusun kata-kata yang ingin digunakan agar bisa dipahami.Sumber belajarnya?Untuk yang ingin belajar ilmu sharaf, ane anjurkan sekali untuk memiliki kitab kecil berjudul Al Amtsilah At Tashriifiyyah. Banyak sekali di toko kitab di indonesia, apalagi di tanah abang (hehe..). Pasti si penjual tahu, kitab ini tersusun secara sistematis dalam bentuk baris dan kolom yang menyerupai tabel. sangat baik untuk dijadikan media hafalan. inget! inti dari ilmu sharaf adalah MENGHAFAL dengan SEDIKIT PEMAHAMAN.

waLlahu a’lam

2 komentar:

Poskan Komentar

cantumkan komentar anda disini